JURNAL KEBIDANAN : GAMBARAN PERAN SUAMI DALAM PROSES PERSALINAN By RAHMI ALMITRI. B

Latar Belakang: Dalam persalinan terdapat faktor yang memegang peranan penting, salah satunya yaitu psikis ibu. Kemajuan persalinan dapat difasilitasi apabila wanita merasa aman, dihormati, dan dirawat oleh seorang ahli yang bertanggung jawab terhadap keamanannya, serta ketika nyerinya ditangani secara adekuat dan aman. Pasangan ( suami) dan pemberi perawatan persalinan berperan penting atas perasaan tersebut.

Read More

Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran peran suami dalam proses persalinan. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan desain kualitatif retrospektif. dengan populasi penelitian adalah semua suami dari ibu bersalin di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Tapi. Jumlah populasi yaitu 35 responden, dan jumlah sampel yang diambil dengan teknik purposive sampling sebanyak 10 responden. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 27 Mei 2015 dengan menggunakan teknik wawancara dan alat ukurnya berupa check list. Setelah data terkumpul kemudian dilakukan analisis data secara kualitatif.

Hasil penelitian: Dari penelitian didapatkan peran suami dalam proses persalinan sebagian besar adalah tidak tampak tetapi sudah ada kemauan untuk mendampingi. Peran suami dalam proses persalinan yau peran pemberi dukungan fisik dan peran pemberi dukungan emosional.

Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian peran suami dalam proses persalinan di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Tapi Kecamatan Pino Kabupaten Bengkulu Selatan dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

Peran suami dalam proses persalinan dalam bentuk dukungan fisik tidak tampak, akan tetapi sudah ada keinginan dalam mendampingi. Umumnya suami diwilayah kerja Puskesmas Lubuk Tapi tidak tahu bahwa perlu adanya peran pendamping dalam proses persalinan dan mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan dalam pendampingan persalinan.

Latar Belakang

Millenium Development Goals (MDGs) atau Tujuan Pembangunan Milenium adalah Deklarasi Milenium hasil kesepakatan kepala negara dan perwakilan dari 189 negara Perserikatan Bangsa-bangsa yang dimulai September tahun 2000, berupa delapan butir tujuan untuk dicapai pada tahun 2015. Dari delapan butir tujuan MDGs, tujuan kelima adalah meningkatkan kesehatan ibu, dengan target menurunkan angka kematian ibu sebesar tiga perempatnya antara 1990 – 2015, serta yang menjadi indikator untuk monitoring yaitu angka kematian ibu, proporsi pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih, dan angka pemakaian kontrasepsi. (Eka & Kurnia Dwi, 2014).

Target AKI di Indonesia pada tahun 2015 adalah 102 kematian per 100.000 kelahiran hidup. Sementara itu berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012, Angka Kematian Ibu (AKI) (yang berkaitan dengan kehamilan, persalinan, dan nifas) sebesar 359 per 100.000 kelahiran hidup. Angka ini masih cukup jauh dari target yang harus dicapai pada tahun 2015. (Eka & Kurnia Dwi, 2014). Salah satu cara untuk menurunkan AKI di Indonesia adalah dengan persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan yang terlatih dan melakukan persalinan difasilitas pelayanan kesehatan. Tenaga kesehatan terlatih yaitu dokter spesialis kebidanan dan kandungan (SpOG), dokter umum, dan bidan.

Berdasarkan data Profil Kesehatan Indonesia tahun 2013 Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan secara nasional pada tahun 2013 adalah sebesar 90,88%. Cakupan ini terus menerus meningkat dari tahun ke tahun. (Eka & Kurnia Dwi, 2014)

Fungsi hadirnya seorang pendamping pada saat persalinan yaitu mengurangi rasa sakit, membuat waktu persalinan lebih singkat dan menurunkan kemungkinan persalinan dengan operasi. Kebanyakan ibu sulit mengemukakan pertanyaan secara lansung pada penolong persalinan pada saat bersalin. Kehadiran seorang pendamping memungkinkan ibu bersalin untuk memiliki rasa percaya diri lebih besar untuk bertanya secara lansung atau melalui pendamping tersebut yaitu suami. (Ina & Fitria, 2014)

Dari survei awal yang dilakukan oleh peneliti dengan teknik observasi pada bulan Januari 2015 di Desa Lubuk Tapi dapatkan data bahwa dari 10 persalinan, 3 orang suami

menemani istri saat mencari pertolongan persalinan dan 7 orang ibu yang melahirkan ditemani oleh anggota keluarga yang lain. Sementara menurut Lutfiatus Sholihah (2004) menyatakan bahwa selama kehamilan, suami juga sudah harus diajak menyiapkan diri menyambut kedatangan sikecil, karena tidak semua suami siap mental untuk menemani istrinya yang sedang kesakitan, adakalahnya mereka malah panik. Suami sebagai pendamping persalinan dapat hal-hal yang sangat penting demi kelancaran persalinan yaitu: 1) memberikan dorongan semangat yang akan dibutuhkan jika persalinan lebih lama dari yang diperkirakan. 2) memijat bagian tubuh, agar suami tidak tegang atau untuk mengalihkan perhatian istri dari kontraksi. 3) memastikan istri merasa nyaman dengan menyediakan bantal, air, teh hangat atau roti untuk istri atau memanggil perawat atau dokter jika istri membutuhkan bantuan. 4) memegang istri saat mengedan agar istri memiliki pegangan saat mendorong dan memimpin istri agar mengedan dengan cara yang paling efektif. (Eka & Kurnia Dwi, 2014)

Sedangkan di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Tapi Kecamatan Ulu Manna Kabupaten Bengkulu Selatan didapatkan data bahwa selama bulan Maret 2015 ini terdapat 15 persalinan. Dari persalinan tersebut hampir 25% suami menemani istri saat mencari pertolongan peman dan 75% ibu yang melahirkan ditemani oleh anggota keluarga yang lain. (Data Laporan Puskesmas Ulu Manna, 2015). Dengan adanya fenomena seperti yang tergambar pada latar belakang, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang “Peran Suami Dalam Proses Persalinan”.

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, yaitu suatu metode penelitian yang digunakan untuk meneliti suami, bidan, dan istri. Dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci. Teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan cara triangulasi (gabungan), yaitu bidan koordinator dan bidan Desa.  Sumber data yang digunakan oleh peneliti menggunakan teknik purposive sampling dengan maksud penentuan sumber data diambil dengan pertimbangan tertentu. (Sugiyono, 2010). Sumber data penelitian adalah ibu- ibu bersalin di Desa Lubuk Tapi. Sebagaimana menjadi sumber data primer, yang mempunyai data yang dibutuhkan dalam penelitian ini.

Reduksi Data (Data Reduction)

Reduksi adalah merangkum, memilih hal-hal pokok, memfokuskan pada hal-hal penting, mencari tema polanya, sehingga data lebih mudah untuk dikendalikan. (Sugiyono, 2010). Setelah semua data yang terkumpul melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, maka perlu difokuskansesuai dengan rumusan masalah dlam penelitian ini yaitu peran suami dalam proses persalinan di Puskesmas Lubuk Tapi Kecamatan Pino Kabupaten Bengkulu Selatan.

Penyajian Data

Setelah data direduksi, maka langkah selanjutnya adalah mendisplaikan data. Dalam penelitian kualitatif, penyajian data bias dilakukan dalam bentuk singkat, bagan, hubungan antar katagori, dan dengan teks yang bersipat naratif. Dengan mendisplaikan data, maka akan memudahkan untuk memahami apa yang terjadi dan merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang telah dipahami tersebut. (Sugiyono, 2010).

Dari penjelasan tersebut, maka langka selanjutnya setelah direduksi adalah mendisplaykan data, yaitu membuat uraian yang bersipat naratif, sehingga dapat diketahui rencana kerja selanjutnya berdasarkan yang telah dipahami dari data tersebut bias berupa mencari pola-pola data yang dapat mendukung penelitian tersebut.

Penarikan Kesimpulan

Kesimpulan dalam penelitian kualitatif yang diharapkan adalah temuan baru yang sebelumnya pernah ada atau berupa gambaran suatau obyek yang sebelumnya masih remang-remang atau gelap sehingga setelah diteliti menjadi jelas. Kesimpulan ini masih sebagai hifotesis, dan dapat menjadi teori jika didukdung oleh data yang lain. (Sugiyono, 2010).

Dari penjelasan di atas, maka langkah penarikan kesimpulan ini dimulai dengan mencari pola, tema, hubungan, hal-hal yang sering timbul, yang mengarah pada peran suami dalam proses persalinan di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Tapi. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Tapi, pengambilan data dilaksanakan pada tanggal 27 Mei 2015. dengan menggunakan lembar format wawancara kepada informan, dengan subjek penelitian : ibu bersalin sebanyak 10 orang, bidan koordinator 1 orang, bidan desa 5 orang, suami 10 orang. Metode pengambilan data dilakukan secara purposive sampling.

Hasil Penelitian

Hasil Penelitian ini dapat dibaca selengkapnya pada link jurnal dibawah ini :

jurnal kak rahmi-1

 

 

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *