KEGIATAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN (PKL) DI DESA DARAT SAWAH SEGINIM OLEH MAHASIWA AKBID MANNA

Pembuakaan Acaar Praktik Kerja Lapangan (PKL)
Acara Pembukaan dan Peneyerahan Mahasiswa Akbid Manna dalam Kegiatan PKL
Foto Bersam Mhasiswa dan Seluruh Dosen beserta Kepala Desa dan Tamu Undangan
Foto Bersama

Selasa, 28 April 2026 Acara Penyerahan Mahasiswa Akademi Kebidanan Manna Untuk melaksanakan kegaiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Desa Darat Sawah Kecamatan Seginim Bengkulu Selatan dimana acara tersebut dibuka langsung oleh Kepala Desa Darat Sawah Bapak Aliman, selain itu juga dihadiri oleh direktur Akademi Kebidanan Manna Ibu Gusni Rahmarianti, SST,. M.Kes, dan seluruh Dosen Akbid Manna serta  hadir juga Kepala Pusksesmas Seginim yang nanti Bidan Desa/Kader Kesehatan Ikut membantu proses kegiatan tersebut. Sebanyak 14 orang Mahasiswa Akademi Kebidanan Manna melaksanakan kgiatan PKL selama 2 Minggu mulai dari 27 April-10 Mei 2026. Dalam penyampaian wakil diraktur bidang akademk  (Vevi Gusnidarsih, SST,. M.Kes) Kegaiatan Kebidanan Komunitas adalah pelayanan kebidanan profesional yang ditujukan kepada masyarakat dengan penekanan pada kelompok risiko tinggi dengan upaya mencapai derajat kesehatan yang optimal melalui pencegahan penyakit, peningkatan kesehatan menjamin keterjangkauan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan dan melibatkan klien sebagai mitra dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pelayanan kebidanan,  berkelanjutan.Salah satu ruang lingkup utama kebidanan komunitas adalah asuhan kesehatan ibu dan anak. Dalam konteks ini, bidan bertanggung jawab untuk memberikan layanan yang mencakup kehamilan, persalinan, masanifas, dan perawatan bayi baru lahir serta ibu menyusui .

Tugas bidan meliputi penyuluhan. Kesehatan ibu selama kehamilan sangat dipengaruhi oleh dukungan dari keluarga. Peran keluarga, terutama pasangan, adalah memberikan lingkungan yang mendukung untuk menjaga kesejahteraan ibu hamil secara fisik dan emosional. Keluarga dapat berkontribusi dengan memastikan ibu hamil mendapatkan nutrisi yang cukup, melakukan kunjungan antenatal secara teratur, serta menciptakan lingkungan yang aman dari stres. Salah satu strategi utama dalam asuhan kebidanan berbasis keluarga adalah pemberdayaan anggota keluarga untuk mendeteksi dini risiko kehamilan. Keluarga, melalui edukasi yang diberikan oleh bidan, dapat diajarkan untuk mengenali tanda bahaya kehamilan, seperti perdarahan, nyeri perut hebat, atau gerakan janin yang berkurang. Dengan pemahaman ini, keluarga dapat segera mengambil tindakan dengan membawa ibu hamil ke fasilitas kesehatan jika ditemukan indikasi risiko.Selain itu, keterlibatan pasangan dalam proses kehamilan juga menjadi faktor penting. Peran pasangan, terutama ayah, dalam mendukung ibu hamil mencakup partisipasi aktif dalam kunjungan antenatal, memberikan dukungan emosional, dan membantu tugas rumah tangga. Dukungan ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan ibu tetapi juga memberikan dampak positif pada perkembangan janin. Persalinan dan Masa Nifas Persalinan adalah fase kritis dalam kesehatan ibu yang memerlukan dukungan penuh dari keluarga. Keluarga berperan penting dalam memberikan dukungan moral dan logistik selama proses persalinan. Mereka juga dapat memastikan bahwa ibu mendapatkan akses ke fasilitas kesehatan yang memadai.

Read More

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *