Kamis, 7 Mei 2026 Mahisiswa Akademi Kebidanan Manna Melaksanakan Kegiatan Penyuluhan Bagi Ibu dan Anak terutama Bagi Ibu Menyusi dan Anak Balita di Desa Darat Sawah Seginim.
Agar bayi dan anak dapat tumbuh serta berkembang dengan optimal, orang tua harus memperhatikan ASI dan makanan yang dikonsumsi bayi, ASI merupakan satu-satunya makanan yang mengandung zat gizi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan bayi usia 0-6 bulan. Namun tahukah Anda? Dengan bertambahnya usia bayi dan tumbuh kembang, bayi memerlukan energi dan zat-zat gizi yang melebihi jumlah ASI. Bayi harus mendapat makanan tambahan atau pendamping ASI atau yang biasa disebut dengan MPASI.
Cara Menyusui yang Benar
Cara menyusui yang benar tidak hanya akan membuat proses menyusui menjadi lancar, tetapi juga bisa memastikan bahwa Si Kecil mendapatkan asupan nutrisinya secara optimal. Selain itu, proses menyusui yang benar akan membangun ikatan emosional yang kuat antara Bunda dan Si Kecil. Oleh karena itu, pemahaman tentang cara menyusui yang benar sangat diperlukan oleh para ibu. Berikut ini adalah beberapa cara menyusui yang Bunda bisa terapkan:
1. Pastikan ibu dan bayi berada dalam kondisi relaks dan nyaman
Cara menyusui yang benar pertama adalah dengan memastikan posisi kepala bayi harus lebih tinggi dibandingkan tubuhnya. Hal ini dimaksudkan agar bayi lebih mudah menelan ASI.Ibu dapat menyangga dengan tangan ataupun mengganjal dengan bantal. Selanjutnya, tempatkan hidung bayi sejajar dengan puting. Posisi ini akan mendorong bayi membuka mulutnya.
2. Mendekatkan bayi ke payudara
Ketika bayi mulai membuka mulutnya dan ingin menyusu, maka dekatkan bayi ke payudara ibu. Tunggu hingga mulutnya terbuka lebar dengan posisi lidah ke arah bawah.Jika bayi belum melakukannya, ibu dapat membimbing bayi dengan dengan menyentuh lembut bagian bawah bibir bayi dengan puting susu ibu.
3. Pelekatan yang benar
Posisi pelekatan terbaik bayi menyusui adalah mulut bayi tidak hanya menempel pada puting, tetapi juga pada areola. Pelekatan ini merupakan salah satu syarat penting dalam cara menyusui yang benar.Pelekatan yang baik ditandai dengan tidak adanya rasa nyeri pada ibu saat bayi menyusu dan bayi memperoleh ASI yang mencukupi. Untuk mengetahui hal ini, ibu dapat mendengarkan saat bayi menelan ASI.
4. Membetulkan posisi bayi
Jika puting nyeri, lepas pelekatan dengan memasukan jari kelingking ke dalam mulut dan letakkan di antara gusinya. Gerakan ini akan membuatnya berhenti menyusu sementara Anda bisa menyesuaikan posisi bayi.Kemudian, coba lagi posisi pelekatan yang lebih baik. Setelah pelekatan sudah benar, umumnya bayi akan dapat menyusu dengan baik.
5. Waktu menyusu
Bayi bisa menyusu mulai dari 5 menit hingga 1 jam, tergantung kebutuhannya. Untuk bayi yang baru lahir, biasanya bayi perlu disusui setiap 2–3 jam dengan dengan waktu menyusu 10–15 menit setiap sesinya, tetapi juga bisa lebih lama.Umumnya dibutuhkan beberapa waktu untuk adaptasi ibu dan bayi, agar proses menyusui berjalan lancar.
- PENGERTIAN MPASI
MPASI atau makanan pendamping ASI merupakan makanan peralihan dari ASI ke makanan keluarga yang mengandung zat gizi yang diberikan pada anak berumur 6–24 bulan untuk memenuhi kebutuhan gizinya selain dari ASI. Peranan makanan tambahan sama sekali bukan untuk menggantikan ASI, melainkan untuk melengkapi ASI. Pengenalan dan pemberian MPASI harus dilakukan secara bertahap baik bentuk maupun jumlahnya, sesuai dengan kemampuan pencernaan bayi atau anak.
- STRATEGI PEMBERIAN ASI
1. Tepat waktu, yaitu berikan MPASI ketika ASI saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi (usia bayi sekitar 6 bulan)
2. Adekuat, yaitu MPASI yang diberikan harus memenuhi kebutuhan energi, protein, lemak, dan mikronutrien pada anak
3. Aman dan higienis, yaitu proses persiapan MPASI menggunakan cara, bahan, dan alat yang aman serta higienis
4. Diberikan secara responsif, yaitu MPASI diberikan secara konsisten sesuai dengan sinyal lapar atau kenyang dari anak
- PENTINGNYA ASI DAN MPASI
Usia 0-24 bulan merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan yang pesat yang sering diistilahkan sebagai periode emas sekaligus periode kritis. Periode emas dapat diwujudkan apabila pada masa ini bayi dan anak memperoleh asupan nutrisi yang sesuai untuk tumbuh kembang optimal. Sebaliknya, jika asupan nutrisi tidak sesuai dengan kebutuhannya, maka periode emas ini akan berubah menjadi periode kritis. Oleh karena itu, untuk mencapai tumbuh kembang optimal, Ibu bisa memberikan ASI pada bayi usia 0-6 bulan dan segera mulai mengenalkan pemberian MPASI kepada bayi yang sudah berusia 6 bulan. Inilah makanan bayi kedua yang menyertai pemberian ASI.
- ALASAN MPASI BARU DIBERIKAN PADA BAYI BERUSIA 6 BULAN
1. ASI adalah satu-satunya makanan dan minuman yang dibutuhkan oleh bayi sampai berumur 6 bulan
2. Menunda makanan padat sampai bayi berumur 6 bulan dapat menghindarkan dari berbagai risiko penyakit
3. Menunda pemberian makanan padat memberikan kesempatan pada sistem pencernaan bayi untuk berkembang menjadi lebih matang
4. Menunda pemberian makanan padat membantu para ibu untuk menjaga kesediaan ASI
- DAMPAK PEMBERIAN MPASI YANG TIDAK TEPAT DAN TERLAMBAT
1. Pemberian MPASI yang tidak tepat dapat berdampak buruk pada bayi dan anak.
– Dampak secara langsung pemberian MPASI dini:
• Gangguan pencernaan seperti diare, sulit BAB, muntah
• Gangguan menyusui seperti mengurangi keinginan bayi untuk menyusu sehingga frekuensi dan kekuatan bayi menyusu berkurang yang berakibat produksi ASI juga berkurang
• Meningkatkan resiko terkena infeksi
– Dampak jangka panjang :
• Peningkatan berat badan (obesitas) dan alergi makanan. Obesitas ini bisa berlanjut hingga usia dewasa nanti
• Gangguan pertumbuhan. Bila makanan yang diberikan kurang bergizi dapat mengakibatkan anak menderita KEP (Kekurangan Energi Protein)
2. Pemberian MPASI yang terlambat:
• Menyebabkan bayi sulit untuk menerima makanan pendamping
• Menghambat pertumbuhan dan perkembangan bayi. Energi dan zat-zat gizi yang dihasilkan ASI tidak mencukupi lagi kebutuhan bayi setelah berusia 6 bulan
- TAHAPAN MAKANAN BAYI DAN BADUTA
1. Usia 0-6 Bulan
Makanan yang diberikan hanya berupa ASI tanpa ada pemberian makanan atau minuman lain selain ASI (ASI eksklusif). ASI diberikan setiap kali bayi menginginkan, sedikitnya 8 kali sehari, pagi siang, sore maupun malam
2. Usia 6 Bulan
Mulai dengan pemberian satu jenis buah yang dihaluskan seperti pisang yang dihaluskan. Pada waktu awal MPASI diberikan, pastikan tekstur MPASI tidak terlalu cair atau encer. Hal ini dapat dilihat ketika sendok dimiringkan bubur tidak langsung tumpah. Pemberian ASI di sela-sela waktu makan utama
3. Usia 6-9 Bulan
Memperkenalkan makanan pendamping ASI dalam bentuk makanan lumat (tekstur makanan cair dan lembut), seperti bubur buah, bubur susu atau bubur sayuran yang dihaluskan, bubur sumsum, nasi tim saring. ASI tetap diberikan terlebih dahulu sebelum makan makanan pendamping ASI. Frekuensi pemberian: 2-3 kali sehari makanan lumat. Berikan ASI sesering mungkin. Jumlah setiap kali makan: 2-3 sendok makan penuh setiap kali makan, secara bertahap ditingkatkan sampai 1/2 mangkuk berukuran 250 ml setiap kali makan
4. Usia 7-8 Bulan
Bisa diperkenalkan dengan tekstur makanan yang lebih kasar, yaitu bubur tim saring. Makanan sumber protein bisa diperkenalkan pula pada usia ini. Setelah secara bertahap diberikan tim saring, bayi bisa dikenalkan dengan nasi tim tanpa disaring
5. Usia 9-12 Bulan
Memberikan makanan pendamping ASI dalam bentuk makanan lunak atau lembek (dimasak dengan banyak air dan tampak berair) atau dicincang yang mudah ditelan anak, seperti bubur nasi, bubur ayam, nasi tim, kentang puri. Untuk makanan selingan yang dapat dipegang anak diberikan di antara waktu makan lengkap. ASI masih tetap diberikan dengan frekuensi pemberian: 3-4 kali sehari makanan lembek + 1-2 kali sehari makanan selingan atau bergantung pada nafsu makan bayi + Pemberian ASI. Jumlah setiap kali makan: ½ sampai dengan ¾ mangkuk berukuran 250 ml
6. Usia 9-10 Bulan
Pemberian pure dan jus buah bisa diberikan seperti pada usia 6-8 bulan. Bisa dengan kombinasi sampai dengan tiga jenis buah. Bayi juga sudah bisa diberikan bubur saring
7. Usia 11-12 Bulan
Menu untuk usia 6-10 bulan bisa diberikan. Bayi sudah bisa diberikan nasi tim. Pada usia 12 bulan bisa diperkenalkan makanan dewasa tanpa pemberian penguat rasa tambahan
8. Usia 12-24 Bulan
Mulai memperkenalkan makanan yang berbentuk padat atau biasa disebut dengan makanan keluarga, tetapi tetap mempertahankan rasa. Hindari memberikan makanan yang dapat mengganggu organ pencernaan, seperti makanan terlalu berbumbu tajam, pedas, terlalu asam atau berlemak. Finger snack atau makanan yang bisa dipegang seperti cookies, nugget atau potongan sayuran rebus atau buah baik diberikan untuk melatih keterampilan dalam memegang makanan dan merangsang pertumbuhan giginya. Pemberian ASI masih tetap diteruskan sampai anak berumur dua tahun. Frekuensi pemberian: 3-4 kali sehari makanan keluarga + 1-2 kali sehari makanan selingan atau bergantung pada nafsu makan bayi + Pemberian ASI. Jumlah setiap kali makan: semangkuk penuh berukuran 250 ml
BAHAN MAKANAN UNTUK MEMBUAT MPASI
1. Sumber Karbohidrat: Serealia dan Umbi-umbian.
Jenis serealia seperti beras. Beras merah merupakan sumber utama karbohidrat dan kaya akan vitamin B. Pada tahap awal disarankan untuk memberikan satu jenis sereal terlebih dahulu dikarenakan sereal berpotensi untuk menimbulkan alergi pada bayi. Kentang dan ubi terutama ubi merah, dapat dijadikan MPASI dengan merebus dan menghaluskannya hingga lembut terlebih dulu2. Sumber Protein Hewani: Bahan Makanan Hewani.
Bahan pangan hewani yang baik untuk bayi antara lain, daging sapi dan ayam pilihan yang tidak berlemak, ikan segar yang dihaluskan dan tanpa duri seperti fillet salmon, fillet ikan kakap, dan fillet gurami, telur. Namun harap diperhatikan, terkadang putih telur dapat memacu alergi. Sebaiknya diberikan secara bertahap dengan porsi kecil. Jika bayi alergi maka segera dihentikan
3. Sumber Protein Nabati: Kacang-Kacangan.
Protein nabati diperlukan bayi untuk memenuhi kebutuhan protein yang sangat penting untuk pertumbuhan. Contohnya kacang hijau, kacang kedelai, kacang merah, kacang polong dan lain-lain. Kacang tanah tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan alergi atau pembengkakan pada tenggorokan sehingga bayi sulit bernafas
4. Sumber VItamin MIneral: Sayur dan Buah.
Sayuran yang kaya akan kandungan karoten seperti sayuran berwarna jingga dan hijau baik untuk pertumbuhan. Contohnya wortel, tomat merah, bayam, kangkung, labu kuning dan lainnya. Sayuran mengandung gas seperti kol, kembang kol, lobak sebaiknya tidak diberikan karena makanan tersebut dapat membuat perut bayi kembung. Untuk buah sebaiknya pilih buah yang berwarna jingga dan tidak asam seperti, pepaya, pisang, jeruk manis, apel, melon, alpukat dan lainnya
5. Lemak dan Minyak
Lemak dan minyak dapat memberi rasa lebih gurih dan membuat makanan menjadi lebih lunak sehingga mudah ditelan. Beberapa jenis lemak yang dapat ditambahkan antara lain mentega, keju dan jenis minyak yang umum digunakan yaitu minyak kelapa, santan, minyak kacang, minyak jagung dan lainnya.
CONTOH RESEP DAN CARA MEMBUAT MPASI
1. Resep untuk Usia 6 Bulan JUS APEL (UNTUK 1 PORSI)
Bahan:
1. 100 gram apel manis, kulit dikupas
2. 3 sendok makan ASI/air masak/susu formula cair
Cara membuat:
• Kukus apel selama 5 menit atau hingga lunak
• Ambil sari buah apel dengan menggunakan saringan
• Tambahkan ASI/air masak/susu formula cair, lalu diaduk rata
• Jus apel siap diberikan pada bayi
2. Resep untuk Usia 7-8 Bulan PURE PEPAYA PISANG (UNTUK 1 PORSI)
Bahan:
1. 40 gram pisang ambon, dikukus dan dikupas kulitnya
2. 40 gram pepaya, dikupas kulitnya kemudian dikukus
3. 3 sendok makan air
Cara Membuat:
• Masukkan pisang, pepaya dan air ke dalam blender, kemudian blender hingga halus
• Tuang ke dalam mangkuk saji dan segera diberikan pada bayi
3. Resep untuk Usia 9-10 Bulan PUDING BUAH SOYA
Bahan:
1. 300 ml susu kedelai
2. 1 sendok makan agar-agar putih
3. 50 gram pepaya
4. 50 gram melon
Cara membuat:
• Blender pepaya, melon, agar-agar dan susu kedelai hingga halus
• Tuang ke dalam panci, dan rebus hingga mendidih dan kental lalu diangkat
• Tunggu hingga dingin, setelah itu siap diberikan pada bayi
4. Resep untuk Usia 11-12 Bulan TIM NASI JAMUR AYAM
Bahan:
1. 100 gram nasi putih
2. 50 gram jamur kancing, dicincang kasar
3. 75 gram daging ayam giling
4. 25 gram tahu putih dihaluskan
5. ¼ bawang bombay dicincang halus
6. 5 sendok makan kaldu
Cara Membuat:
• Campur semua bahan, aduk hingga rata
• Masukkan ke dalam wadah tahan panas, kemudian kukusnya hingga matang (± 20 menit),lalu angkat
• Tunggu hingga dingin dan siap untuk disajikan
5. Resep untuk Usia 1 Tahun Ke Atas SANDWICH SAUS BUAH (UNTUK 1 PORSI)
Bahan:
1. 3 lembar roti tawar
2. 1 lembar keju
3. Selai pisang
4. Madu
Cara Membuat:
• Ambil selembar roti tawar, olesi dengan selai pisang
• Taruh selembar roti tawar di atasnya, olesi madu lalu tambahkan keju
• Tutup dengan roti tawar terakhir, sandwich siap disajikan
Nah Sahabat Hermina, agar bayi dan anak dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal, pemberian ASI dan MPASI sesuai anjuran, tepat waktu, dan bertahap sangatlah penting. Karena itu, perhatikan selalu tumbuh kembang bayi dan anak pada 1000 hari pertama demi generasi yang lebih baik di masa depan.







